Oleh: hendrainfo | Agustus 14, 2009

Meluruskan Perlawanan Kaum Muslimin

PALESTINIANS-MILITANTSHari ini kalau kita menyimak berita2 di TV dan media cetak di tanah air maupun di daerah2, maka headline news tersebut masih berputar masalah Terorisme.  Zaman sekarang ketika kita berbicara mengenai terorisme pasti selalu dikaitkan denguna sebuah organisasi yang erat kaitannya dengan islam, dan memang sudah menjadi asumsi publik bahwa para eksekutor lapangan (bomber) selalu terdiri dari “ummat islam”. Tapi jangan di tanggapi secara sepintas lalu asusmsi tersebut, kita harus melihat secara utuh pokok persoalan yang sedang melanda bumi Allah ini.

Saya termasuk ummat islam yang tidak mentolerir sebuah serangan balik atas insiden penindasan ummat islam dilakukan dengan cara yang brutal dan konfrontatif yang akan menghasilkan jatuhnya korban dari ummat islam sendiri.

Tujuan serangan haruslah tepat sasaran dan tidak membabi buta, tergantung di mana tujuan serangan tersebut. Mengapa sebuah serangan balik diperlukan?  sudah tentu untuk membalas kekejaman orang-orang non muslim yang menindas ummat islam. Akan tetapi dalam alqur’an disebutkan dalam surat Al-baqarah (maaf saya kurang ingat konteks ayatnya), akan tetapi di sana Allah SWT telah menjelaskan aturan main tentang penyerangan balasan yang dibolehkan.

pertama : bunuh pelaku yang membunuh kalian

kedua : usir pelaku yang mengusir di tempat di mana kalian pernah di usir

ketiga : kalau mereka meminta maaf dan bertaubat…maka maafkan, dan tidak boleh diperangi

Sungguh islam adalah agama yang damai dan paling mencintai kedamaian, tidak ada satu dalil atau nash yang menyerukan untuk melakukan tindak kebiadaban di muka bumi.

Timbul pertanyaan, kalau begitu mengapa muncul terorisme yang dilakukan ummat islam? Menurut pengamatan saya, Terorisme yang terjadi hari ini, khususnya di indonesia adalah reaksi dari manifestasi aksi penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang non muslim, dimana para kolompok mujahidin islam menyatakan perang pembalasan atas penjajahan mereka secara langsung maupun tidak langsung. Sekarang coba kita renungkan bersama, mengapa orang-orang non muslim melakukan penjajahan terhadap dunia islam? bukankah mereka tahu kalau ummat islam diganggu akan melakukan pembalasan juga?

Dalam Al-Quran Allah sudah menjelaskan bahwa :

“sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang melihat kalian (ummat islam) sampai kalian mengikuti ajakan (ajaran mereka)”

Jadi sudah menjadi sunnatullah, bahwa karakter dan master planning kehidupan ini tidak akan jauh berbeda dari firman Allah ini. Saya tidak akan mengupas habis mengapa Master planning kehidupan sudah digariskan seperti itu,  cuman saya akan mengatakan kepada anda bahwa dunia memang hanyalah panggung sandiwara saja, di sini kita hanya diberikan serangkaian tes yang sama sejak nenek moyang kita hingga cucu-cucu kita nantinya, jadi tes yang Allah berikan sama semua dalam rangka seleksi penerimaan calon penghuni surga kelak, siapa yang lolos tes boleh merasakan surga.

Nah itu cuma sekilas saja pembahasan kita mengapa terjadi terorisme. Sekarang…mungkin dengan sedikit keberanian, saya ingin mengajak kita memikirkan tentang bagaimana sesungguhnya hukum alam memainkan peran dalam kehidupan ini.

Di mana-mana sebuah kelompok yang besar cenderung ingin berkuasa, dan sebaliknya kelompok yang kecil cenderung dikuasai. Orang-orang non muslim pada sejak abad 20 hingga abad 21 ini telah berhasil menempatkan posisi mereka di atas kaum muslimin, mengapa ? apakah jumlah orang islam sedikit ? oh…tentu tidak, jumlah orang islam hampir sebanding dengan jumlah orang non muslim, lalu mengapa kaum muslimin menjadi kaum minoritas yang tertindas? itu dikarenakan kebodohan kaum muslimin, kemalasan kaum muslimin, kehilangan jati diri, dan tidak mengerti dengan agama yang dianutnya sendiri. Hanya satu yang masih tersisa dari kaum muslimin, yaitu JIHAD berperang.

Akan tetapi sampai kapan kaum muslimin selalu berperang yang notabene peperangan ini tidak akan usai selama intelektual pemikiran kaum muslimin masih di kalahkan oleh pemikiran non muslim?, apakah islam dibangun untuk berperang dan berperang lagi?, apakah islam diturunkan untuk menjadi martir satu sama lain?, apakah kaum muslimin dilahirkan dengan perasaan dingin dan haus akan darah?. Sekali lagi ingat, semua aksi terorisme kaum muslimin adalah reaksi dari manifestasi aksi yang terlebih dulu dilakukan oleh kaum non muslim

Mengapa kita tidak merubah strategi peperangan dari pembalasan yang sifatnya fisik menjadi pembalasan non fisik.

Raslulullah SAW pernah di lempari batu hingga terluka oleh kaumnya sendiri ketika ia  menyeru mereka untuk memeluk islam, dan kemudian malaikat Jibril datang dan meminta persetujuan Rasulullah supaya ia diberi kesempatan untuk membalas dan menghancurkan mereka, tetapi jawaban rasululluah sungguh sangat indah dan sangat mulia, justru Rasulullah mendoakan mereka dan mengharapkan suatu saat nanti pintu hati mereka dibuka oleh Allah untuk memeluk ajaran islam.

Apakah tindakan rasulullah hanya sebatas itu, sekedar memafkan dan berharap meraka mudah2-an suatu saat mau memeluk islam? tidak…tidak sampai di situ. Rasulullah memberikan contoh suri tauladan terbaik yang pernah di miliki ummat manusia, bagaimana cara bergaul dan memperlakukan orang lain dengan baik

Di awal turunnya islam, Ayat pertama yang disampaikan kepada rasulullah melalui jibril adalah “IQRA’ “, yakni “bacalah” dan ayat tersebut diucapkan rasulullah berulang kali hingga meresap ke jiwa beliau tentang makna IQRA’, padahal rasulullah adalah orang yang belum pernah mengenal baca dan tulis.  Apa makna dari kandungan IQRA’ ? pesan yang terkandung mengisyaratkan kepada kita semua untuk terus belajar dan mempelajari hukum-hukum Allah. Semua hal dan materi yang ada di muka bumi adalah hukum Allah yang diciptakan bukan dengan maksud main-main atau tidak sengaja, semua materi memiliki maksud tersembunyi yang tabir kebenarannya perlu disingkap. Bagi kaum muslimin “Manual book” sudah ada dalam bentuk Qur’an, “Panduan pelaksanaan” sudah ada dalam bentuk hadist yang sangat lengkap.

Lalu mengapa kaum muslimin yang sudah memiliki amunisi yang lengkap justru menjadi kaum yang tertindas ? ada pepatah mengatakan “Ladangnya boleh sama, tetapi petaninya yang lebih menentukan”. di bumi ini kita tinggal bersama dengan orang non muslim, tetapi mereka lebih cekatan dalam merespon hal-hal baru, mereka lebih giat dalam melakukan riset dan pengembangan, Mereka lebih rajin untuk bekerja dan menentukan masa depannya, mereka lebih tahu agama islam dari pada kaum muslimin sendiri sehingga mereka dapat mengobrak-abrik pertahanan kita dari luar dan dalam, intinya mereka memiliki kelebihan untuk selalu belajar…belajar dan belajar sehingga hasil dari pembelajaran tersebut di pakai untuk menindas kaum muslimin.

Sebelum saya mengakhiri tulisan sngkat ini, saya ingin berpesan kepada kita semua kaum muslimin beberapa hal :

  1. Belajarlah kembali tentang agama islam secara “kaffah” utuh supaya kita bisa mengenal betul Allah SWT dan hukum-hukumnya
  2. Bekerjalah dengan keras agar supaya kita tidak bergantung kepada kaum non muslim
  3. Perhatikan kaum muslimin yang miskin dari segi ekonomi supaya mereka tidak lagi dipengaruhi oleh agama lain
  4. Saling menghargai dan menghormati sesama kaum muslimin.
  5. Hentikan segala kemungkinan celah permusuhan antara sesama kaum muslimin, selama itu bukan pertentangan mengenai Aqidah.
  6. Lalui hidup ini dengan segala tindakan yang baik dan bermanfaat bagi sesama kaum muslimin yang semata-mata selalu diniatkan untuk Amal shalih yang akan mendapatkan nilai pahala dari Allah.

Makassar, 14 Agustus 2009

Hendra


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: